Wikipedia
Hasil penelusuran
Minggu, 27 Desember 2015
fakta Unik: Ilmu Pengetahuan Pasti
fakta Unik: Ilmu Pengetahuan Pasti
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=4921
Dulu saya paling benci dengan yang namanya pelajaran fisika dan
kimia. Mungkin yang membuat saya begitu benci dengan kedua
pelajaran itu adalah seringkali guru dalam menjelaskan mata
pelajaran tersebut lebih menitikberatkan pada teori dan rumus-rumus
yang njelimet. Padahal kalau fisika dan kimia diajarkan dengan cara
yang berbeda, sebenarnya kedua mata pelajaran itu tidaklah
seseram yang kita kira. Bahkan ada banyak hal unik dan menarik dari
konsep-konsep fisika dan kimia yang bisa disampaikan.
Nah, kali ini saya mencoba mem aparkan sejumlah fakta unik tentang
konsep-konsep ilmu pengetahuan pasti ini, dan akan saya buktikan
bahwa sebenarnya fisika dan kimia itu sebenarnya sangat
menyenangkan dan menarik untuk dipelajari.
1. Percaya tidak kalau jaring laba-laba diyakini lebih kuat
daripada baja? Itulah yang terjadi, malah
militer Amerika Serikat pernah berencana
membuat jaket anti peluru yang dibuat dari
pintalan jaring laba-laba. Jadi scene dalam
film Spider-Man 2 yang menggambarkan
Spider-Man berusaha menghentikan laju kereta api dengan
cara mengaitkan jaring laba-l abanya sesungguhnya bukan
sesuatu yang mustahil.
2. Tahukah Anda bahwa massa jenis es lebih ringan 89% dari
massa jenis air dingin? Akibatnya 11% dari bongkahan es
berada di atas permukaan air dan sisanya tenggelam di bawah
permukaan air. Kenyataan tersebut membuat gunung es yang
mengapung di laut sangat membahayakan, khususnya untuk
kapal-kapal yang sedang berlayar. Hal ini telah terbukti pada
kecelakaan bersejarah yang t erjadi pada kapal penumpang
Titanic pada tahun 1912. Kapal ya ng "tidak bisa tenggelam" itu
tenggelam di laut Atlantik Utara setelah menabrak sebuah
gunung es.
3. Menurut sejarahnya, kembang api bermula dari ditemukannya
petasan pada abad ke-9 di Cina.
Ceritanya, waktu itu seorang juru
masak secara tidak sengaja
mencampur tiga bahan bubuk hitam
(black powder) yang ada di dapurnya,
yaitu garam peter atau KNO3 (kalium
nitrat), belerang (sulfur) dan arang
dari kayu (charcoal). Ternyata
campuran ketiga bahan tersebut
merupakan bubuk mesiu yang
mudah terbakar. Jika bubuk mesiu itu
dimasukkan ke dalam sepotong
bambu yang ada sumbunya,
kemudian sumbu dibakar, maka
mesiu itu akan meledak dan mengeluarkan suara ledakan
keras. Pada zaman Dinasti Song (960-1279 M), masyarakat
Cina mendirikan pabrik petasan. Bahan baku tabung diganti
dengan gulungan kertas yang kemudian dibungkus dengan
kertas merah di bagian luarny a. Kemudian petasan ini menjadi
dasar dari pembuatan kembang api, yang lebih menitikberatkan
pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di udara. Tahukah
sobat-sobat, pada masa Renaissance, di Italia dan Jerman ada
sekolah yang khusus m engajarkan masalah pembuatan
kembang api. Di sekolah Italia menekankan pada kerumitan
kembang api, sedangkan di sekolah Jerman menekankan pada
kemajuan ilmu pengetahuan. Dan akhirnya muncul istilah
pyrotechnics yang menggambarkan seni membuat kembang
api. Untuk membuat kembang api dibutuhkan seorang ahli
yang mengerti reaksi fisika dan kimia. Setelah bertahun-tahun,
para ahli kembang api akhirny a bisa membuat kembang api
berwarna-warni, seperti merah yang berasal dari strontium dan
litium, warna kuning berasal dari natrium, warna hijau berasal
dari barium dan warna biru dari tembaga. Campuran bahan
kimia itu dibentuk ke dalam k ubus kecil-kecil yang disebut star.
Star inilah yang menentukan warna dan bentuk bila kembang
api itu meledak nantinya.
4. Tahukah Anda, kapal tanker terbesar di
dunia adalah Jahre Viking dengan lebar 69
meter dan panjang 458 meter, 77 meter lebih
panjang dari Empire State Building New York.
Mampu membawa minyak bumi sekitar 14
juta barel yang bisa menghidupi seluruh
kendaraan bermesin di muka bumi ini selama 2 minggu!
5. Mengapa kaktus bisa bertahan hidup dengan kondisi
lingkungan yang minim air? Kata ‘kaktus' berasal dari bahasa
Yunani "kaktos" yang berarti tanaman
berduri. Sebenarnya, kaktus memiliki
daun. Namun, daun tersebut berubah
menjadi bentuk duri, sehingga dapat
mengurangi penguapan air lewat daun.
Perlu diketahui, semakin lebar
permukaan daun suatu tanaman, maka
semakin banyak jumlah air yang
menguap setiap saat. Analoginya seperti
ini : Kalau kita lagi kepedasan, trus mau
minum. Eh, ternyata air minumnya masih sangat panas. Ambil
saja mangkuk/ piring, lalu tuangkan air minum yang panas
tersebut. Tunggu selama bebera pa menit, air pun langsung
menurun suhunya, karena laju pendinginan jadi lebih cepat
karena area pendinginan lebih luas. Udara luar lebih banyak
bersentuhan dengan air dalam piring daripada air dalam gelas
karena bidang tekan lebih be sar. Nah, kaktus juga
menggunakan prinsip seperti it u dalam menyesuaikan diri
dengan lingkungan. Kemudian, ba tang kaktus juga dilapisis
jaringan lilin yang dapat menguran gi penguapan. Jaringan ini
mampu menyimpan air dan ta han terhadap kekeringan
sekalipun. Meski begitu, kaktus tetap membutuhkan air untuk
bertahan hidup. Makanya, di gu run-gurun, kaktus memiliki akar
yang sangat panjang bermeter-meter ke dalam pusat bumi
untuk mencari sumber air.
Sumber
- http://www.wikipedia.org/
- http://www.indocenter.co.id/
- http://hendito.org/?p=148
- http://www.worldatlas.com/
- http://www.wikipedia.org/
- http://geography.about.com/od/urbaneconomicgeography/a/agg
lomerations.htm
- http://www.walkabout.com.au/locations/QLDMountIsa.shtml
- http://www.4to40.com/earth/history/index.asp?article=earth_hist
ory_oldestcityinworld
- http://enda.goblogmedia.com/apa-itu-blog.html
- http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan
/03/tgl/05/time/125505/idnews/749814/idkanal/398
- http://tahukahanda.wordpress.com/
- http://id.wikipedia.org/
- http://www.sony-ak.com/articles/4/virus_part_5_antivirus.php
- http://id.wikipedia.org/
- http://www.tapanulicoffee.com/
- http://myscienceblogs.com/
- Reader's Digest Indonesia, Mei 2006
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar