Wikipedia
Hasil penelusuran
Minggu, 27 Desember 2015
dialog musa dan adam
MUSA BERDIALOG DENGAN ADAM
Nabi Musa pemah mencela Nabi Adam karena makan bush pohon itu sebagaimana yang diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, maka Nabi Muhammad SAW bersabda: “Adam bisa mengalahkan hujjah Musa ". Dan dalam masalah ini banyak komentar dari para ulama. Raqabah bin Musqalah berkata: Saya bertemu dengan orang yang sangat pendek sedang mengipasi badannya dengan pakaian, saya bertanya kepadanya: Apa yang terjadi atas pohon itu? Dia menjawab: betapa bagusnya bila pohon itu tidak diciptakan, dan saya tidak melihat orang yang paling cepat menjawab pertanyaan dibanding dia.
KISAH SERUPA
Kisah serupa dan yang dita'wilkan oleh orang-orang adalah kisah Adam bersama Daud, tetapi saya tidak mendapati orang yang men¬ ta'wilkan dan meluruskan cerita ini. Abu Daud At-Thayalisi dalam Musnada-nya berkata bahwa telah bercerita kepadaku Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Yusuf bin Mahran dari Ibnu Abbas ber¬kata bahwasanya Rasulullah bersabda untuk menjelaskan firman Allah: ”Apa bila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang diten¬tukan hendaklah kamu menuliskannya. " (Al-Bagarah: 282). Penentangan pertama kali yang dilakukan Adam adalah tatkala diperlihatkan kepada¬ anak cucunya, dia melihat seorang laki-laki yang tampan bercahaya, maka dia bertanya: Hai Tuhanku siapa dia? Allah berfirman: Dialah anak cucumu. Dia bertanya: Berapa umurnya? Allah menjawab: Umurnya enam puluh tahun. Dia berkata: Wahai Tuhanku tambahlah umur dia? Allah berfirman: Tidak mungkin kecuali saya ambilkan dari jatah umur mu. Dia bertanya: Berapa umurku? Allah berfirman: Seribu tahun. Adam berkata: saya rela memberikan empat puluh tahun dari umurku. Ibnu Abbas berkata: Maka Allah menulis putusan itu dan disaksikan oleh para malaikat. Lalu tatkala ajal Adam telah tiba, maka malaikat maut datang kepada Adam, dia berkata: Kenapa kamu datang, bukankah umurku masih tersisa empat puluh tahun. Maka para malaikat berkata: Kamu telah memberi empat puluh tahun dari jatah umurmu kepada anak cucu¬mu, Daud. Adam mengatakan: Saya tidak pernah memberikan umurku kepada seorangpun. Ibnu Abbas berkata: Maka Allah mengeluarkan catatan putusan itu dan disaksikan oleh para malaikat.
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya, telah bercerita kepa¬da kami Aswad bin Arnir dari Hammad bin Salamah bahwa beliau menambahkan riwayat bahwasanya Daud disempurnakan umurnya seratus tahun dan Adam disempurnakan umurnya seribu tahun. Imam Al¬-Hakim juga meriwayatkan seperti itu dari Abu Hurairah, tetapi dari cerita itu saya terilhami oleh dua ta'wil:
Pertama: kemungkinan Adam mencabut lagi hibah itu dan demikian itu boleh sebagaimana sabdanya yang artinya: "Tidak halal bagi pemberi hibah meminta kembali barang yang dihibahkan kecuali bapak. "
Sebagian ulama berpendapat bahwa boleh bagi seorang kakek me¬minta kembali barang hibah dari cucunya dan nabi Daud adalah cucu Adam dan dia berhak meminta kembali barang yang telah dihibahkan kepada cucunya. Pendapat ini dipilih oleh Imam Syafi'i dan Ibnu Abdil Hakam dan sebagian riwayat dari Imam Ahmad.
Kedua: kebanyakan para ulama menyatakan bahwa serah terima termasuk bagian hibah, tetapi para ulama berbeda pendapat, apakah serah terima barang hibah itu rukun ataukah syarat hibah:
Imam Zufar, Al-Qadhi Abu Ya'la dan Ghazali serfs para Mama lain menyatakan bahwa serah terima merupakan syarat sahnya hibah. Dengan Pendapat ini, maka hibah Adam belum dinyatakan sah karena belum ada serah terima antara keduanya. Dan menurut Pendapat lain bahwa Hibah Adam belum dinyatakan lazim, sehingga boleh bagi Adam menarik hibah dari Daud dalam rangka mengikuti syariat cucunya, Nabi Muhammad SAW.
Para khulafaurrasyidin, Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib sepakat bahwa hibah harus ada proses serah terima.
Dua ta'wil di atas sangat baik untuk menta'wilkan penarikan lagi hibah Adam dari cucunya Daud, sehingga nabi Adam diberikan umur sempurna dan tidak ada pengurangan sedikitpun dari umurnya sebab belum ada pekerjaan yang secara sah menjadi penyebab yang mengurangi umurnya. Dan Daud diberi umur seratus tahun sebagai karunia dari Allah seperti yang disebutkan dalam riwayat Imam Ahmad dari tambahan riwayat At-Thayalisi.
TANGISAN ADAM TATKALA KELUAR DARI SURGA
Allah SWT. berfirman, Artinya:
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. " (Al-Bagarah: 37).
Dan para ulama tafsir sepakat bahwa kalimat di atas adalah sebagai tanda diterima taubatnya Adam, tetapi mereka berbeda pendapat tentang maksud kalimat di atas. Imam Said bin Jabir, Mujahid dan Hasan Al¬-Bashry berkata bahwa kalimat itu terdapat dalam firman Allah SWT. artinya:
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. " (A1-raf: 23).
Muhammad bin Ka'ab Al-Quradhi mengatakan: "Maksud kalimat adalah bacaan yang berbunyi:
"Tiada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau dan segala puji bagimu. Ya Tuhanku, aku telah melakukan kesalahan dan aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "
Ubaid bin Umair berkata bahwa kalimat itu adalah ucapan Adam: "Ya Tuhanku, apa yang saya lakukan ini, apakah muncul dari saya sendiri ataukah sesuatu yang telah Engkau takdirkan padaku sebelum Engkau menciptakan aku? Allah berfirman: Tidak, bahkan sesuatu yang telah Aku takdirkan sebelum Aku menciptakan kamu. Wahai Tuhanku, jika hal itu karena takdirMu, maka ampunilah aku."
Sebagian Mama mengatakan bahwa yang dimaksud kalimat itu adalah sifat malu, menangis dan berdoa.
Ibnu Abbas berkata bahwa Adam dan Hawa menangis karena kehi¬langan nikmat Surga selama dua ratus tahun, tidak makan dan tidak minum selama empat puluh tahun serta Adam tidak mendekat dengan Hawa selama seratus tahun. Alqamah bin Murtsid dan lainnya berkata: Seandainya air mats penghuni bumf dikumpulkan, maka masih lebih banyak air mata Daud dan jika seandainya air mats penghuni bumi dan air mata Daud dikumpulkan, maka air mats Adam tatkala menangis ketika dikeluarkan dari Surga masih lebih banyak dari air mata mereka semua.
Syahr bin Husyab berkata bahwa pada saat Adam diturunkan ke bumi tidak mengangkat kepalanya ke langit selama tiga ratus tahun karena merasa malu kepada Allah.
Sebagian Mama berpendapat bahwa maksud kalimat itu adalah kali¬mat yang disebutkan dalam kisah nabi Ibrahim yang terdapat dalam firman Allah:
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya." (Al-¬Baqarah: 124)
Dan kalimat-kalimat itu terdapat dalam Al-Qur'an pada tiga tempat:
Pertama, terdapat dalam firman Allah SWT. artinya:
"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. " (At-Taubah: 112).
Kedua, dalam firman Allah ' yang artinya:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang¬-orang yang akan mewarisi, (ya'ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. " (Al-Mukminun: 1-11 ).
Ketiga, dalam surat Al-Ma'ariij firman Allah yang artinya:
"Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tiada mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. Karena sesungguhnya azab Tul=an mereka tidak dapat orang merasa amen (dari kedatangannya). Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki maka se¬sungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu, make mereka itulah orang-orang yang melampaui bates. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang di¬pikulnya) den janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksi¬annya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan. " (Al-Ma'arij: 22-35)
Tiga keutamaan di atas dimiliki oleh tiga kelompok manusia: Para ulama, para ahli hikmah dan para pembesar yang dimaksud dengan sabda Rasulullah:
"Bertanyalah kepada alim ulama, bergaullah dengan ahli hikmah den duduklah dengan para pembesar. "
Setiap kelompok manusia di atas masing-masing mempunyai keuta¬maan berbeda-beda.
Belum di idit
ADAM BERTAUBAT DAN BERDOA KEPADA ALLAH
Pare Mama berbeda pendapat, apakah Adam menerima kalimat taubat di bumi ataukah di Surge, dalam masalah ini ads due pendapat:
Pendapat pertama bahwa Adam menerima kalimat taubat di dalam Surge den Allah menerima taubatnya semasa die masih di Surge. Imam Al-Qurthubi berkata bahwa nabi Adam dikeluarkan dari Surge bukan suatu sanksi karma die keluar dari Surge setelah diterima taubatnya oleh Allah. Jika die diturunkan ke bumi dalam keadaan bertaubat, make demikian itu merupakan realisasi dari khilafah yang die diciptakan untuk itu. Dan anak-anaknya jugs terbebani oleh itu, sehingga ads pahala ads siksa den ads Surge den ads Neraka.
Pendapat kedua bahwa Adam menerima kalimat taubat serfs permin¬taan maafnya diterima di dunia, den inilah pendapat yang sangat masy¬hur.
Uari Aisvah berkata bahwa pads scat Allah hendak menerima taubat. Adam, maka die thawaf di Baitullah tujuh kali putaran den Baitullah di seat itu 'jar=, i berupa gundukan mesh. Setelah shalat due skeet die memanjatka~-, doa: Ya Allah, sesunggunya Engkau mengetahui spa yang
rahasiakan dan aku perlihatkan, terimalah maafku. _;ngkau tahu ~.:?uhanku, kabulkanlah permintaanku. Engkau Maha Tahu apa yang
pada diriku, ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah berilah aku keimanan
masuk hingga ke hatiku dan keyakinan yang benar hingga aku tahu - .• a tiada sesuatu yang menimpaku kecuali telah Engkau putuskan
_ _~>..,a dan aku ridha terhadap apa yang telah Engaku putuskan.
---iu iu Allah memberi wahyu kepadanya: Hai Adam, Engkau telah a dengan beberapa doa, maka Aku telah mengabulkan doamu. Dan
seorangpun yang berdoa dengannya dari anak cucumu, melainkan Aku hilangkan kesusahan, kesedihan, terjaga barangnya, dilepaskan ~efakiran hatinya dan dijadikan kecukupan di depan matanya dan j adikan keberuntungan dalam setiap perdagangannya, serta dunia
- ~atang kepadanya dengan sendirinya.
-.:m Al-Azraqi menyebutkan dalam tarikh Makkah dan tidak me¬_ - ~:kan riwayat dari Aisyah. Umar bin Abul Aziz menulis ke seluruh _-:: dan memerintahkan kepada seluruh rakyat agar berdoa seperti doa
Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami, jika Engkau tidak -:--,ampuni dan memberi rahmat kepada kami, maka kami termasuk -~ %:g-orang yang merugi. " (Al-A'ra£ 23)
berdoa dengan doa Nabi Nuh,%
r
Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada-ku, aku termasuk orang-orang yang merugi. " (Hud: 47)
~erdoa dengan doa Nabi Yunus'~JI:
" _ 0
41,1 berdoa dalam kegelapan Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang aniaya. " (Al¬Anbiya': 87)
Dan berdoa dengan doa Nabi Musa i~~l;
lei
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya sesungguhnya Dia Maha Pengam¬pun lagi Maha Penyayang. "(Al-Qashash: 16)
Abu Qasim Ibnu Asakir menyebutkan riwayat dari Ibnu Mas'ud bah¬wa sesungguhnya nabi Idris pernah berdoa dengan suatu doa dan dia menyuruh untuk tidak mengajarkan kepada orang-orang bodoh:
"Hai Dazt yang Maha Agung, Tuhan Yang mempunyai kebesaran dan karunia, hai dzat Yang mempunyai kekuatan tiada Tuhan melainkan Engkau Yang menjadi penolong orang-orang yang berserah diri, menjadi pelindung orang-orang meminta perlindungan dan menjadi pelipur orang-orang yang ketakutan. Saya memohon kepadaMu, jika aku termasuk orang yang celaka dalam catatan Al-kitab, maka hapus-kanlah kesengsaraanku dan tulislah aku termasuk orang yang ber¬bahagia. "
Zainab binti Uqail berkata dalam syairnya:
Apa yang kalian katakan bila Nabi berkata kepadamu apa yang kalian kerjakan sementara kamu umat terakhir.
Di antara keuargaku, penolongku dan anak cucuku, telah menjadi tawanan dan terbunuh lalu dikubur dengan darah
Bukanlah ini balasan yang pantas bagiku jika aku menasehatimu. Kalian meninggalkan keburukan pada keluargaku. Imam Abul Aswad Ad-Duali berkata bahwa kits berdoa:
"Ya Tuhan kami, -kami telah menganiaya diri kami, jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, maka kami termasuk orang-orang yang merugi. " (Al-A'raf: 23)
GODAAN IBLIS KEPADA ADAM DAN HAWA PADA SAAT MEMBERI NAMA ANAKNYA
Adapun kisah nabi Adam dan Hawa bersama Iblis Pada waktu mem¬nama anaknya lebih menakjubkan dari pada kisah memakan potion. ah berfirman:
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang seta dan dari pada¬-a a Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. '.iaka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang -:.ngan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian atkala dia mef•asa best, keduanya (suami istri) bermohon kepada _' Iluh, Tuhannya seraya berkata: Sesungguhrfya jika Engkaaa mem¬-er•i kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang :frtg bersyukur. Tatkala Allah memberi kepada ke(luanya seorang
~:a1c yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah : -; tadap anak yang telah dianugerahkanlVya kepada keduanya itu. ', `uka hlaha Tinggi Allah dari ape yang mereka persekutukan. " (!`yl¬~,,' ref: 189-190).
' ra Mama ahli tafsir mengatakan bahwa tatkala Hawa menE andung
--ungan dari Adam, maka setan mendatangi keduanya lal `.-).r~-kale:
- r r ah tahu anak yang kalian lahirkan? Jika kalian tidak memberi name
atiakv,,u, dengan namaku, maka akan terlahir tidak sempurna. Maka keduan)).-, member name anaknya Abdul Harits. Dan lulu keduanya m ern.beri name anaknya Abdullah dan Ubaidillah lalu keduanya
Flake Iblis berkata kepada keduanya: Jikalau die diberi name se~:am nama 4u, pasti die hidup, maka berilah anakmu nanti dengan narna Abdul flarits. Atsar ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan dijadikan sebagai riwayat yang diterima oleh Mujahid, Said bin Jubair, Ikrimah dan diikuti oleh pare Mama ahli tafsir.
Untuk meluruskan hat di atas bahwa riwayat tersebut diambil dari ahli kitab dan Ibnu Abbas mengambil riwayat ini dari Ubai bin Ka'ab, dan cerita yang diambil dari ahli kitab ada figs macam; cerita yang diketahui secara sah, cerita yang telah datang secara dusts den cerita yang didiarnkan oleh Al-Quran den Hadits. Dan hadits yang berbunyi: ",4mbilloh cerita dari bani Israel tidak ada halangan baginlu." Ini lebih tertuju pare cerita yang tips ketiga (yang didianikan).
Atsar di atas yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas termasuk cerita bagian kedua yaitu cerita yang telah diketahui kedustaannya, tetapi ahli tafsir memasukkan pada bagian ketiga den ini tidak benar. Dan yang terpilih menurut says bahwa yang dimaksud dengan kontek ayat thetas adalah orang-orang musyrik dari anak cucu Adam bukan Adam den Haws oleh sebab itu Allah berfirman: "Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. "
Dan tafsir yang akhir ini adalah yang dijelaskan oleh Al-Hasan, beliau berkata: "Mereka berdua menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang dianugerahkanNya kepada keduanya", menurut die (Al-Hasan) yang dernikian itu terjadi pads pengikut salah satu agama den bukan pads Adam. Dalam riwayat lain dari beliau bahwa yang dimaksud adalah pemeluk agama Yahudi dan Nasrani. Mereka die karuniai anak-anak lalu anak-anak tersebut mereka masukkan ke dalam agama Yahudi atau Nasrani. Dengan demikian dalam ayat die atas mudhaf (kalimat yang disandarkan) dihilangkan den diletakkan mudhaf ilaih (Kalimat sandaran) pads posisinya. Make makna yang dikira-kirakan tatkala Allah memberi kepada keduanya anak-anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah. Akan tetapi tafsiran tersebut bisa dibantah dengan firman Allah:
-Tutkala Allah mernberi kepada keduanya seorang anak yang sem¬:orrta, make keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak
telah dianugerahkanNya kepada keduanya itu. Make Maha
-7ggd Allah dari apa yang mer°eka persekutukan. " (Al-A'raf: 190)
bab maksud firman Allah di atas adalah mereka menjadikan sekutu Allah pada seat diberi anak yang sempurna den tidak diragukan lagi ,.~ a anak-anak di waktu itu belum ada.
arena telah datang riwayat tafsir yang sahih dari Hasan Al-Bashri, hadits yang disandarkan kepada Rasulullah di atas tidak shahih.
. --z am Ahmad berkata bahwa telah bercerita kepadaku Abdussamad bercerita kepadanya Umar bin Ibrahim dari Qatadah dari Hasan dari + urah bahwasanya Nabi bersabda:
Tatkala Hawa melahirkan, make setae mengelilinginya den anaknya
-:.yak pernah ada yang hidup, make setae berkata: berilah name anak dengan Abdul Harits niscaya akan hidup. Maka anak itupun diberi
-...: ma Abdul Harits lalu hidup den demikian itu wahyu dari setae. " R. Tirmidzi den Al-Hakim den Tirmidzi berkata bahwa hadits ini adnya sahih).
~.arni katakan bahwa hadits ini ma'lul karma Umar bin Ibrahim di¬
-t-_=~atkan oleh ahli hadits den yang benar hadits di atas adalah mauquf
Samurah, den karma Hasan mempunyai bacaan selain itu. Jika
~.~ di atas marfu' kepada Rasulullah, make tidak mungkin die me¬~ a?kannya den mengambil yang lain. Make seperti itu bertentangan
~.-i Al-Qur'an dalam firman Allah:
In Allan' menyuruh seekor burung gagak menggali-gala d. buinj uniuk memperlihatkan kepada (Qabil ' ) bagairnana dia sehartes¬nya menguburkan mayat saudaraqva. " (Al-Maidah: 3 1)
Jika hadits di atas sahib niscaya dia tahu bagaimana menguburkan mayat saudaranya dan tidak membutuhkan petunjuk burung gagak.
Sekelompok Mama ahli kalam mendudukkan ayat di atas, tetapi ;:.era mereka kurang tepat. Mereka mengatakan bahwa ayat ini bermasalk sebab menceritakan fitnah syirik sebagaimana firman Allah:
"Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sem¬purna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkanNya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari spa yang mereka persekutukan. " (A I -A'raf. 190)
Sementara tidak layak kesyirikan dituduhkan kepada Adam. Para peneliti menyatakan enters lain ImamAl-Wahidi bahwa yang dimaksud cumber titnah dalam ayat itu adalah Qushay bin Kilabdankesyirikar. yang muncul adalah pads waktumembet-ikanname-name kepadaanak¬anakriya Abdumanaf, Abdul Uza, AbduQushay clan Abduddar. Wallahi, a7am.
Maka maksud ayat di atas adalah kesyirikan yang terjadi pads oratl,,-,¬orang Quraisy pads zaman Rasulullah, yaitu pads keluarga Qushay Sebagainana yang diungkapkan Ahli syair:
"TVahai keluarga Qushay, tidak Allah metkaprangi kejayaan yang telah diberikan oleh Allah kepada kalian danjuga kekuasaan. "
Bagaimana kite bisa membenarkan penafsiran pertama sementara Allah telah menerima taubat Adam dari memakan pohon, dan sementara disini tidak disebutkan taubat beliau dari perbuatan syirik ini. Jika kesyirikan ini dilakukan oleh Adam dan Hawa pasti keduanya bertaubat. Bagaimana demikian itu bisa terjadi sementara keduanya telah menyesa,, perbuatan akibat menuruti bujukan iblis, padahal kesyirikan lebih bes,
daripada memakan bush pohon. Pernyataan yang dilontarkan oleh clam am
ahli tafsir di sini penuh dengan keanehan, seperti pernyataan mere'' bahwa iblig p,-,~rnah berkata kepada haws: Jika kamu tidak mentaatik-' maka sava ak.an menjadikan due tanduk onta untuknya pads seat ana
Imam Tsalaby berkata bahwa Mama ahli tafsir menyatakan bahwa
-~ Nsud syirik yang disandarkan kepada Adam adalah syirik dalam name
sifat saja bukan dalam hal ibadah den rububiyah. Sebagian Mama
tafsir mengatakan bahwa Adam menginginkan dari name Harits
-but menjadi sebab selamat den suksesnya anak. Sebagaimana ucapan
-,~ka Abdudhaif dengan maksud untuk mengungkapkan sifat keren¬
--.3n.
iatim berkata: "Saya adalah hamba tamu selagi aku hidup den saya -: memiliki kelebihan seorang hamba selain itu." 0
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar