Wikipedia
Hasil penelusuran
Minggu, 27 Desember 2015
Fakta Unik: Dari Laut Mati Hingga Atacama
Fakta Unik: Dari Laut Mati Hingga
Atacama
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=3341
Buat Foke dan Prijanto, selamat telah memenangkan Pilkada Jakarta.
Walaupun masih belum diumumkan secara resmi oleh KPUD Jakarta,
namun memang sudah hampir dipasti kan pasangan calon no.2 ini
keluar sebagai pemenang.
Capek dengan berita hirup pikuk pilkada Jakarta, mungkin untuk
sekedar refreshing sebaiknya baca fakta-fakta unik berikut ini tentang
tempat-tempat yang menarik untuk kita ketahui:
1. Danau Laut Mati yang membujur di daerah
antara Israel dan Yordania memiliki
sejumlah keunikan yang patut diperhatikan.
Danau Laut Mati merupakan tempat
terendah di dunia dengan ketinggian 417,5
meter di bawah permukaan laut! Selain itu,
Danau Laut Mati memiliki kadar keasinan
air mencapai 33%. Maka tak heran banyak wisatawan dari
seluruh dunia datang untuk meng apung di laut itu. Karena
kadar keasinannya itu, hampir tidak mungkin makhluk hidup
bertahan di dalam Danau Laut Mati. Namun begitu, sejumlah
jenis bakteri tertentu masih mampu bertahan di danau tersebut.
Sekedar informasi, lumpur Danau Laut Mati sangat berkhasiat
mengobati berbagai macam penyakit kulit.
2. Benua Antartika adalah benua yang memiliki sejumlah
keunikan yang luar biasa untuk pelajari.
Benua ini sebenarnya telah diselimuti
es selama 35 juta tahun. Meski
diselimuti es, benua dingin ini memiliki
sejumlah gunung berapi, namun tidak
satupun yang aktif. Benua Antartika
memilik sejumlah puncak yang cukup
tinggi, dengan Puncak tertinggi adalah Vinson Massif dengan
ketinggian 4.897 meter. Meskipun manusia telah mendekati benua itu sejak 1820, namun baru 1990-an penjelajahan di
daratan beku itu dimulai. Kehi dupan yang sangat keras di sana
ternyata telah merenggut nyawa 200 lebih ilmuwan dan peneliti
selama 45 tahun terakhir!
3. Hutan adalah penyangga ekosistem yang paling
vital di bumi. Apabila hutan mengalami kerusakan,
maka lambat laun bumi akan mengalami
pemanasan global karena naiknya kadar CO2
selain terjadi ketidakseimbangan ekosistem. Selain
Indonesia, negara yang memiliki hutan perawan,
bahkan yang terluas di dunia adalah Rusia. Diperkirakan Rusia
memiliki 289 juta hektar hutan perawan, di mana separuhnya
terletak di lima wilayah Si beria dan daerah timur. Karena
tekanan ekonomi di Rusia sert a besarnya perputaran uang di
bisnis hutan yang mencapai US $ 3 milyar, kerusakan hutan
perawan menjadi tidak terelakkan. Sama halnya di Indonesia,
Illegal Logging pun marak terjadi. Apabila tidak ditanggulangi,
beberapa tahu lagi hutan di sana akan habis dan mengancam
ekosistem dunia.
4. Tahukah kamu, bahwa tempat terbasah di dunia ( the wettest
place in the world ) ternyata sangat kontradiksi dengan
sebutannya. Cherrapunji, yang terletak 1.290 m di atas
permukaan laut menerima curah hujan rata-
rata per tahun sebesar 1.270 cm. Curah
hujan yang tinggi tersebut tidak serta merta
membuat daerah itu memiliki banyak
persediaan air. Apabila tidak sedang musim
hujan (atau kerap disebut monsoon season
karena pada saa t itu intensitas hujan yang tinggi diakibatkan
oleh angin yang disebut monsoon yang membawa butir-butir air
yang sangat banyak), maka Cherrapunji menjadi daerah yang
sangat kekurangan air. Hal itu disebabkan kerusakan hutan di
areal itu, sehingga air yang datang tidak bisa diikat di dalam
tanah.
5. Suhu terpanas di bumi yang pernah tercatat adalah suatu
wilayah di El Azizia, Sahara pada tanggal 13 September 1922
berada pada 57.8°C (136°F). Angk a tersebut dicatat oleh stasiun meteorologi setempat. Suhu tertinggi sebelumnya yaitu
pada 56.7 °C (134 °F) berada di Death Valley, California padatanggal 10 Juli 1913.Dari 6 Juli sampai dengan 17 Agustus 1917 selama 43 hari berturut-turut suhu di Death Valley berada di atas 48°C (120° F). Meskipun begitu, tempat di bumi yang paling Sering justru berada di gurun pasir Atacama yang justru memiliki ka ndungan air cukup banyak, dimana hanya menerima curah hujan rata-rata per tahun sebesar 0.01 cm. Beberapa lokasi di gurun Atacama malah tidak pernah turun hujan selama 400 tahun! Namun sejumlah fakta baru mengatakan bahwa te mpat paling kering di dunia justru berada di benua Antartika , dimana terakhir kali benua ini menerima curah hujan adalah beberapa juta tahun yang lalu!
Catatan: Warta ini ditulis ketika P ilkada DKI Jakarta sedang hangat-
hangatnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar